| dc.description.abstract |
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh durasi ensilase (0, 7, 14,
dan 21 hari) terhadap kualitas silase rumput gajah odot (Pennisetum purpureum
cv. Mott) sebagai pakan kambing Peranakan Etawa (PE), dengan fokus pada
kualitas fisik (tekstur, warna, aroma), pH, kadar air, dan kadar bahan kering (BK%).
Menyusun dan mengimplementasikan rancangan penyuluhan yang efektif agar
peternak di Kelompok Tani Sido Rukun mampu memproduksi silase secara
mandiri, sehingga kontinuitas nutrisi pakan ternak terjamin sepanjang tahun,
khususnya saat musim kemarau.
Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan
durasi ensilase (0, 7, 14, 21 hari), masing-masing diulang lima kali. Parameter
yang diukur: kualitas fisik silase (tekstur, warna, aroma) melalui penilaian panelis,
pH silase menggunakan pH meter, kadar air, dan kadar bahan kering dengan
metode gravimetri. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, dilanjutkan uji
Duncan jika terdapat perbedaan nyata.
Durasi Ensilase selama 21 hari (P3) mempengaruhi kualitas fisik silase
ditandai dengan tekstur remah, warna hijau kecoklatan, aroma khas silase, pH
(4,04), kadar air 61,74%, kadar Bahan Kering 38,26%. Implikasi hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa durasi ensilase selama 21 hari merupakan waktu yang paling
tepat untuk pembuatan silase.
Rancangan penyuluhan yang ditetapkan bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan peternak tentang pembuatan pakan alternatif. Materi penyuluhan
yang disampaikan yaitu pembuatan pakan silase rumput gajah odot sebagai pakan
kambing PE. Metode penyuluhan yang digunakan yaitu diskusi dan ceramah.
Serta media yang digunakan adalah folder, video vlog dan benda sesungguhnya.
Hasil evaluasi tingkat pengetahuan menunjukkan hasil bahwa terdapat
peningkatan pengetahuan sasaran sebanyak 35% dari 50,9% (kategori cukup) ke
85,5% (kategori baik). |
en_US |