| dc.description.abstract |
Pemeliharaan sapi perah di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam
memenuhi kebutuhan susu nasional. Meskipun permintaan terus meningkat
seiring pertumbuhan populasi, produksi susu masih rendah. Berdasarkan hasil
observasi di kelompok ternak Desa Pandesari salah satu upaya yang dilakukan
oleh peternak yaitu dengan memperhatikan kesejahteraan ternak, akan tetapi
penerapannya masih belum maksimal dikarenakan minimnya pengetahuan, dan
informasi tentang prinsip ini. Prinsip kesejahteraan hewan menjadi sangat penting
dan mendapatkan perhatian di era globalisasi karena hewan mempunyai hak yang
harus terpenuhi dan dilindungi dari perlakuan yang tidak pantas oleh manusia.
Kesejahteraan hewan tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kenyamanan
ternak, tetapi juga berpengaruh langsung pada kualitas dan kuantitas produksi
susu. Pemerintah telah menegaskan pentingnya kesejahteraan hewan melalui
regulasi yang mengatur perlindungan terhadap hewan ternak, termasuk
pemeliharaan sapi perah yang ditetapkan dalam Pasal 1 Ayat 42 Undang-undang
Republik Indonesia No. 41 Tahun 2014.
Peneltian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui implementasi prinsip
kesejahteraan hewan pada pemeliharaan sapi perah di Desa Pandesari, 2)
Menyusun rancangan penyuluhan tentang prinsip kesejahteraan hewan di Desa
Pandesari, 3) Melakukan evaluasi peningkatan aspek sikap dan pengetahuan
setelah kegiatan penyuluhan, 4) Melakukan evaluasi pada proses pemeliharaan
setelah kegiatan penyuluhan, 5) Menganalisis pengaruh aspek sikap dan
pengetahuan terhadap implementasi peternak. Penelitian ini menggunakan
metode survei yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data. Data
dari kuesioner penelitian ini merupakan data kuantitatif yang akan dianalisa secara
statistik deskriptif dan statistik inferensial. Teknik pengujian kuesioner
menggunakan pendapat para ahli atau expert judgement dan dilanjutkan dengan
uji validitas menggunakan rumus Pearson Product Moment dan uji reliabilitas
menggunakan rumus Cronbach Alpha. Sampel dari penelitian ini sejumlah 30
peternak dengan teknik purposive sampling untuk penetapannya.
HasiI penelitian menunjukkan bahwa kondisi awaI impIementasi prinsip
kesejahteraan hewan berada pada kriteria cukup hingga baik, dengan indikator
tertinggi pada aspek bebas dari rasa lapar dan haus, sedangkan indikator terendah
pada aspek bebas dari rasa luka, penyakit, dan sakit. PenyuIuhan yang
diIaksanakan berhasiI meningkatkan pengetahuan dan sikap peternak, meskipun
peningkatan impIementasi prinsip kesejahteraan hewan masih tergoIong rendah. Metode penyuIuhan yang digunakan meIiputi anjangsana, ceramah, dan diskusi,
dengan media meIiputi sIide presentasi, video informatif dan benda sesungguhnya
berupa hewan ternak. EvaIuasi setelah penyuIuhan menunjukkan adanya
peningkatan pengetahuan sebesar 5%, sikap sebesar 4%, dan peningkatan
impIementasi prinsip kesejahteraan hewan sebesar 2,32%. AnaIisis regresi Iinear
berganda untuk mengetahui pengaruh setiap variabel menunjukkan hasiI bahwa
variabeI pengetahuan dan sikap secara signifikan berpengaruh terhadap
impIementasi kesejahteraan hewan. HasiI ini menegaskan pentingnya penyuIuhan
yang berkeIanjutan dan peningkatan pengetahuan sikap peternak untuk mencapai
kesejahteraan hewan yang optimaI. PeneIitian ini merekomendasikan
peIaksanaan penyuIuhan secara intensif dan penggunaan metode interaktif untuk
memperdalam pemahaman peternak mengenai prinsip-prinsip kesejahteraan
hewan hingga penerapannya pada proses pemeliharaan. |
en_US |