| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan biosecurity pada pemerahan
sapi perah, merancang dan melaksanakan penyuluhan biosecurity pemerahan,
serta mengevaluasi perubahan sikap dan keterampilan peternak pasca
penyuluhan. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2025 di Kelompok Tani
Sumber Asri dengan 15 anggota mayoritas perempuan menggunakan metode
deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner.
Biosecurity pemerahan dinilai dari enam aspek utama yaitu kebersihan kandang,
kebersihan alat pemerahan, pencucian ambing, proses pemerahan, teat dipping,
dan penanganan susu. Sebagian besar peternak sudah menerapkan biosecurity
dengan baik, terutama pada pencucian ambing, proses pemerahan, teat dipping,
dan penanganan susu. Namun, hanya sebagian kecil 3 dari 8 responden yang
konsisten menjaga kebersihan kandang dan peralatan, sedangkan sisanya belum
rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan, yang menjadi titik
lemah penerapan biosecurity
Penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media
flowchart, difokuskan pada pentingnya biosecurity serta SOP pemerahan. Evaluasi
pra pasca (pretest–posttest) menunjukkan perubahan positif, sebelum
penyuluhan, mayoritas peserta bersikap netral atau tidak setuju terhadap
pentingnya biosecurity, sedangkan setelah penyuluhan seluruhnya menyatakan
sangat setuju. Dalam aspek keterampilan, semua peserta dinilai "terampil" dalam
praktik pemerahan dan penerapan biosecurity, walaupun aspek sanitasi kandang,
pencucian ambing, dan pengelolaan pasca pemerahan masih memerlukan
perhatian.
Kesimpulan penelitian yaitu Penyuluhan ini terbukti efektif meningkatkan sikap dan
keterampilan peternak dalam biosecurity pada proses pemerahan di Kelompok
Tani Sumber Asri, meskipun konsistensi pada kebersihan kandang dan alat perlu
ditingkatkan. Disarankan adanya pelatihan teknis lanjutan, penggunaan media
visual tambahan, serta pendampingan kontinu untuk mendukung perubahan
perilaku yang berkelanjutan. |
en_US |