PEMANFAATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERBAHAN DASAR KARBOHIDRAT SEBAGAI DEKOMPOSER KOMPOS KOTORAN KAMBING DI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO

Show simple item record

dc.contributor.author Susanto, Nurul Ayu Maharani
dc.date.accessioned 2026-02-19T01:21:37Z
dc.date.available 2026-02-19T01:21:37Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2070
dc.description.abstract Permasalahan lingkungan yang muncul akibat belum optimalnya pengelolaan limbah peternakan dan limbah rumah tangga di kawasan pedesaan. Desa Gunungsari memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan peternakan, khususnya peternakan kambing, yang menghasilkan limbah kotoran dalam jumlah signifikan. Di sisi lain, masyarakat setempat juga menghasilkan limbah nasi dari aktivitas konsumsi harian yang belum termanfaatkan dengan baik. Limbah-limbah ini jika dibiarkan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, baik berupa bau tidak sedap maupun potensi penyebaran penyakit. Dalam konteks ini, penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi potensi limbah nasi sebagai sumber mikroorganisme lokal (MOL) berbasis karbohidrat yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses dekomposisi kompos berbahan dasar kotoran kambing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu tanpa penambahan MOL (P0) sebagai kontrol, serta tiga perlakuan dengan penambahan MOL limbah nasi masing-masing sebanyak 1% (P1), 2% (P2), dan 3% (P3) dari total bahan kompos. Uji laboratorium dilakukan untuk mengukur jumlah koloni jamur menggunakan metode Total Plate Count (TPC), serta analisis kandungan hara makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Selain itu, pengamatan organoleptik juga dilakukan untuk menilai kualitas fisik kompos berdasarkan suhu, warna, bau, dan tekstur. Penelitian ini juga mencakup aspek kewirausahaan melalui penerapan strategi pemasaran Mix Marketing 7P, mencakup elemen produk, harga, tempat, promosi, proses, orang, dan bukti fisik, guna mengembangkan nilai tambah kompos sebagai produk yang siap dipasarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MOL limbah nasi secara signifikan meningkatkan jumlah koloni jamur yang berperan aktif dalam proses dekomposisi. Perlakuan P3 (3% MOL) menghasilkan jumlah koloni tertinggi, yakni sebesar 8,09 x 10⁶ CFU/mL. Kompos yang dihasilkan dari perlakuan ini tidak hanya lebih cepat matang, tetapi juga memiliki kandungan unsur hara (NPK) yang memenuhi standar mutu berdasarkan SNI 19-7030-2004, serta kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa MOL dari limbah nasi efektif sebagai dekomposer alami yang murah dan mudah dibuat, serta dapat menjadi alternatif pengganti dekomposer komersial. Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal dari limbah nasi terbukti memberikan kontribusi positif dalam pengolahan limbah peternakan, menghasilkan kompos berkualitas tinggi, dan mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Selain manfaat agronomis, inovasi ini juga memiliki nilai ekonomis dan sosial, karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan limbah yang bernilai jual. Dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, kompos hasil penelitian ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan lokal yang ramah lingkungan dan mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25087
dc.subject MOL, Limbah nasi, Kompos, Kotoran kambing, Pemasaran en_US
dc.title PEMANFAATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BERBAHAN DASAR KARBOHIDRAT SEBAGAI DEKOMPOSER KOMPOS KOTORAN KAMBING DI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account