PROGRAM PENYULUHAN PEMBUATAN PRODUK KEMASAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) KERING DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) MAGGOT JAYA MAKMUR GAPOKTAN RAHARJO UTOMO KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR

Show simple item record

dc.contributor.author Salsabila, Nisrina
dc.date.accessioned 2026-02-11T04:25:23Z
dc.date.available 2026-02-11T04:25:23Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2068
dc.description.abstract Peningkatan sampah organik di Kabupaten Blitar dapat diatasi melalui pemanfaatan maggot BSF sebagai dekomposer dan pakan ternak, namun pengolahan dan pengemasan maggot kering yang layak jual masih belum diterapkan secara optimal di tingkat kelompok tani, sehingga menghambat keberlanjutan usaha dan pemasaran produk. Kajian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui proses pengolahan produk kemasan maggot BSF kering di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, (2) Mengetahui penyusun rancangan penyuluhan pembuatan kemasan maggot BSF kering di KUB Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, serta (3) Mengevaluasi program penyuluhan dalam pembuatan kemasan maggot BSF kering di KUB Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian tugas akhir dilaksanakan di KUB Maggot Jaya Makmur, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar pada bulan Januari-Maret 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan Research and Development (R&D), yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan dianalisis menggunakan need assesment, tahap desain dianalisis dengan menggunakan diagram fishbone, dan pengembangan dan implementasi dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) sesuai dengan rancangan penyuluhan, pelaksanaan dan evaluasi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan beberapa pertimbangan sehingga didapatkan sampel 31 responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada tahap analisis kebutuhan pengolahan produk kemasan maggot BSF kering masih terdapat kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi aktual sehingga masih belum terpenuhi, proses pengolahan produk kemasan maggot BSF kering menggunakan diagram fishbone dengan 6 komponen yang terdiri dari man, method, material, machine, environment, dan measurement. Pengembangan dan Implementasi pengolahan produk kemasan maggot BSF kering dilakukan sesuai pelaksanaan kegiatan penyuluhan dengan kegiatan penyuluhan dan evaluasi. Pengolahan maggot dilakukan dengan dua metode pengeringan, yaitu menggunakan oven dan penjemuran sinar matahari. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pengeringan menggunakan oven menghasilkan kualitas maggot yang lebih baik, dengan kadar air lebih rendah (5,59%) dan kandungan protein kasar lebih tinggi (32,27%) dibanding penjemuran matahari. Produk akhir dikemas dalam standing pouch berbahan plastik kedap udara dengan label informatif yang memuat nama produk, komposisi, manfaat, cara penggunaan, dan identitas produsen. Kombinasi antara proses pengeringan yang efektif dan desain kemasan yang baik menghasilkan produk maggot kering yang lebih higienis, tahan lama, dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Kegiatan penyuluhan 1 diisi dengan pemaparan prosedur pengolahan produk kemasan maggot BSF kering dengan media penyuluhan menggunakan folder dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan penyuluhan 2 diisi dengan implementasi produk kemasan maggot BSF kering dengan media penyuluhan benda sesungguhnya dan metode yang digunakan adalah demonstrasi cara. Hasil evaluasi pada aspek pengetahuan, capaian responden mencapai 87% dan masuk dalam kategori baik, dengan distribusi dominan pada kategori menciptakan (64,5%). Pada aspek keterampilan, capaian responden mencapai 79% juga tergolong baik, dengan distribusi terbesar pada kategori meniru (41,9%) dan tingkat orisinal (38,7%). Sementara itu, pada aspek sikap capaian responden mencapai 83% dan berada dalam kategori baik, dengan sebagian besar responden (45,2%) berada pada kategori mengamalkan. Selain itu, efektivitas penyuluhan secara keseluruhan mencapai 88%, dengan seluruh indikator materi, media, metode, dan penyaji berada dalam kategori sangat efektif, menandakan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kapasitas peserta secara menyeluruh. Dan hasil uji hayami menunjukkan adanya nilai tambah yang di hasilkan dari pembuatan produk kemasan maggot BSF sebesar Rp. 4.552. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pendekatan Research and Development (R&D) efektif menjembatani kesenjangan pengetahuan dan praktik pengemasan dengan menghasilkan produk maggot BSF kering yang menarik, informatif, dan kompetitif di pasar. Disarankan agar anggota KUB dapat terus mengembangkan pembuatan maggot BSF kering secara berkelanjutan dengan memperluas pasar dan meningkatkan kualitas kemasan. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25118
dc.subject Kemasan, Maggot BSF Kering, Penyuluhan en_US
dc.title PROGRAM PENYULUHAN PEMBUATAN PRODUK KEMASAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) KERING DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) MAGGOT JAYA MAKMUR GAPOKTAN RAHARJO UTOMO KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account