| dc.description.abstract |
Peningkatan sampah organik di Kabupaten Blitar dapat diatasi melalui
pemanfaatan maggot BSF sebagai dekomposer dan pakan ternak, namun
pengolahan dan pengemasan maggot kering yang layak jual masih belum
diterapkan secara optimal di tingkat kelompok tani, sehingga menghambat
keberlanjutan usaha dan pemasaran produk. Kajian ini bertujuan untuk : (1)
Mengetahui proses pengolahan produk kemasan maggot BSF kering di Kelompok
Usaha Bersama (KUB) Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo
Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, (2) Mengetahui penyusun rancangan
penyuluhan pembuatan kemasan maggot BSF kering di KUB Maggot Jaya
Makmur Gapoktan Raharjo Utomo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, serta (3)
Mengevaluasi program penyuluhan dalam pembuatan kemasan maggot BSF
kering di KUB Maggot Jaya Makmur Gapoktan Raharjo Utomo Kecamatan Srengat
Kabupaten Blitar.
Penelitian tugas akhir dilaksanakan di KUB Maggot Jaya Makmur,
Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar pada bulan Januari-Maret 2025. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan
Research and Development (R&D), yang terdiri dari tahap analisis kebutuhan
dianalisis menggunakan need assesment, tahap desain dianalisis dengan
menggunakan diagram fishbone, dan pengembangan dan implementasi dilakukan
dengan Focus Group Discussion (FGD) sesuai dengan rancangan penyuluhan,
pelaksanaan dan evaluasi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling
dengan beberapa pertimbangan sehingga didapatkan sampel 31 responden.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pada tahap analisis kebutuhan
pengolahan produk kemasan maggot BSF kering masih terdapat kesenjangan
antara kondisi ideal dengan kondisi aktual sehingga masih belum terpenuhi,
proses pengolahan produk kemasan maggot BSF kering menggunakan diagram
fishbone dengan 6 komponen yang terdiri dari man, method, material, machine,
environment, dan measurement. Pengembangan dan Implementasi pengolahan
produk kemasan maggot BSF kering dilakukan sesuai pelaksanaan kegiatan
penyuluhan dengan kegiatan penyuluhan dan evaluasi. Pengolahan maggot
dilakukan dengan dua metode pengeringan, yaitu menggunakan oven dan
penjemuran sinar matahari. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa
pengeringan menggunakan oven menghasilkan kualitas maggot yang lebih baik,
dengan kadar air lebih rendah (5,59%) dan kandungan protein kasar lebih tinggi
(32,27%) dibanding penjemuran matahari. Produk akhir dikemas dalam standing
pouch berbahan plastik kedap udara dengan label informatif yang memuat nama
produk, komposisi, manfaat, cara penggunaan, dan identitas produsen. Kombinasi
antara proses pengeringan yang efektif dan desain kemasan yang baik
menghasilkan produk maggot kering yang lebih higienis, tahan lama, dan memiliki
nilai jual tinggi di pasaran. Kegiatan penyuluhan 1 diisi dengan pemaparan
prosedur pengolahan produk kemasan maggot BSF kering dengan media
penyuluhan menggunakan folder dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan
penyuluhan 2 diisi dengan implementasi produk kemasan maggot BSF kering
dengan media penyuluhan benda sesungguhnya dan metode yang digunakan
adalah demonstrasi cara. Hasil evaluasi pada aspek pengetahuan, capaian
responden mencapai 87% dan masuk dalam kategori baik, dengan distribusi dominan pada kategori menciptakan (64,5%). Pada aspek keterampilan, capaian
responden mencapai 79% juga tergolong baik, dengan distribusi terbesar pada
kategori meniru (41,9%) dan tingkat orisinal (38,7%). Sementara itu, pada aspek
sikap capaian responden mencapai 83% dan berada dalam kategori baik, dengan
sebagian besar responden (45,2%) berada pada kategori mengamalkan. Selain
itu, efektivitas penyuluhan secara keseluruhan mencapai 88%, dengan seluruh
indikator materi, media, metode, dan penyaji berada dalam kategori sangat efektif,
menandakan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kapasitas peserta
secara menyeluruh. Dan hasil uji hayami menunjukkan adanya nilai tambah yang
di hasilkan dari pembuatan produk kemasan maggot BSF sebesar Rp. 4.552.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pendekatan Research and Development
(R&D) efektif menjembatani kesenjangan pengetahuan dan praktik pengemasan
dengan menghasilkan produk maggot BSF kering yang menarik, informatif, dan
kompetitif di pasar. Disarankan agar anggota KUB dapat terus mengembangkan
pembuatan maggot BSF kering secara berkelanjutan dengan memperluas pasar
dan meningkatkan kualitas kemasan. |
en_US |