PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN KAMBING DI KELOMPOK TANI MARGOUTOMO DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

Show simple item record

dc.contributor.author Exposto, Natalino
dc.date.accessioned 2026-02-11T03:33:13Z
dc.date.available 2026-02-11T03:33:13Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2067
dc.description.abstract TikTok merupakan aplikasi media sosial populer yang memungkinkan pengguna membuat video singkat dengan fitur menarik. Dengan lebih dari 213 juta pengguna internet di Indonesia, TikTok menjadi platform potensial untuk penyuluhan digital, termasuk di bidang peternakan. Di Desa Toyomarto, Kelompok Tani Margoutomo masih kesulitan mengolah urin kambing menjadi pupuk organik cair karena minimnya pengetahuan. Penyuluhan tradisional dianggap kurang efektif, sehingga dibutuhkan media yang lebih inovatif dan mudah dijangkau.TikTok dipilih karena mudah diakses, interaktif, dan mampu menyampaikan informasi teknis secara menarik. Video penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah ternak. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Menganalisis karakteristik sosial peternak. 2) Merancang penyuluhan melalui TikTok. 3) Mengetahui respon peternak terhadap media TikTok. 4) Menganalisis efektivitas penyuluhan dengan TikTok. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, melibatkan 15 orang peternak sebagai responden. Penyuluhan disampaikan melalui video edukatif yang diunggah di platform TikTok dan dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia produktif, berpendidikan menengah, dan memiliki pengalaman beternak antara 1 hingga 6 tahun. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peternak dari kategori sedang (53,3%) dan rendah (46,7%) menjadi sangat tinggi (73,3%) dan tinggi (20%). Peningkatan juga terjadi pada aspek sikap, dari yang sebelumnya berada pada kategori ragu-ragu (86,6%) menjadi sangat setuju (46,7%) dan setuju (53,3%) setelah mengikuti penyuluhan. Efektivitas penyuluhan dihitung berdasarkan peningkatan hasil pretest dan posttest sebesar 72,02%, yang tergolong dalam kategori efektif. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial TikTok efektif digunakan sebagai media penyuluhan yang mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap peternak secara signifikan serta dapat menjadi alternatif strategi penyuluhan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25117
dc.subject TikTok, Penyuluhan Pertanian, Pupuk Organik Cair, Evaluasi Pengetahuan, Evaluasi Sikap en_US
dc.title PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI URIN KAMBING DI KELOMPOK TANI MARGOUTOMO DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account