| dc.description.abstract |
Teknologi amoniasi jerami padi merupakan salah satu inovasi pakan yang
mampu meningkatkan nilai nutrisi jerami padi, namun adopsinya oleh peternak
sapi potong di Kecamatan Dawarblandong masih rendah. Rendahnya tingkat
adopsi ini diduga karena sikap peternak yang belum sepenuhnya menerima dan
memahami teknologi tersebut meskipun telah dilakukan penyuluhan. Penelitian ini
bertujuan untuk: 1). Mengetahui sikap peternak sapi potong terhadap teknologi
pakan amoniasi jerami padi di Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto.
2) Menganalisis faktor-faktor dukungan pasca penyuluhan yang mempengaruhi
sikap peternak sapi potong dalam penerapan teknologi amoniasi jerami padi. 3)
Menyusun rancangan penyuluhan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel
sebanyak 35 orang peternak yang merupakan anggota aktif Gapoktan Lembu
Makmur di Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Penetapan sampel
dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu.
Metode pengumpulan data berupa wawancara dengan bantuan kuesioner. Metode
analisis data menggunakan analisis T-Score dan regresi linear berganda.
Sedangkan metode rancangan penyuluhan disusun berdasarkan hasil analisis
data memperhatikan tujuan, sasaran, materi, media, metode, dan evaluasi
perubahan sikap peternak.
Sebanyak 51% peternak sapi potong di GAPOKTAN Lembu Makmur,
Kecamatan Dawarblandong, menerima penerapan teknologi amoniasi jerami padi,
sedangkan 49% menolak. Dukungan pasca penyuluhan memiliki peran penting
dalam membentuk sikap peternak. Model persamaan regresi linear berganda
sebagai berikut Y=29.164+0.526(X1)+ 0.472(X2) - 0.318(X3). Sarana dan
prasarana yang memadai serta akses informasi yang baik terbukti mendorong
sikap positif dan penerapan berkelanjutan terhadap inovasi. Namun,
pendampingan teknis justru menunjukkan pengaruh negatif terhadap sikap
peternak, yang disebabkan oleh ketidaktepatan metode pendampingan yang
diberikan. Berdasarkan hasil analisis, dirancang program penyuluhan dengan
tujuan meningkatkan sikap peternak agar menerima dan menerapkan teknologi
tersebut. Sasaran adalah anggota aktif GAPOKTAN yang telah mengikuti
penyuluhan minimal dua kali, dengan materi terkait amoniasi jerami padi, metode
yang digunakan yaitu pendekatan kelompok melalui demonstrasi dan FGD, serta
media penyuluhan berupa folder dan produk nyata amoniasi jerami padi. |
en_US |