| dc.description.abstract |
Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi
besar dalam sektor peternakan sapi perah. Kecamatan Tutur memiliki ketinggian
wilayah di atas 1.000 mdpl, menjadikannya daerah yang ideal untuk pemeliharaan
sapi perah. Berdasarkan data dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tutur
(2023), populasi sapi perah di wilayah ini mencapai 31.851 ekor. Selain itu,
munculnya tren pertanian dan peternakan organik juga mulai berkembang di
wilayah ini, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk
sehat dan ramah lingkungan. GDFP mencakup enam komponen utama, yakni
Kesehatan Hewan, Higiene dalam Pemerahan, Nutrisi (pakan dan air),
Kesejahteraan Hewan, Pengelolaan Lingkungan, serta Aspek Sosial dan Ekonomi
dalam manajemen peternakan. Dalam konteks peternakan organik, penerapan
GDFP tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada
pemenuhan standar organik dan keberlanjutan usaha peternakan. Berdasarkan
hal tersebut, penting untuk mengetahui sejauh mana peternak sapi perah organik
di Kecamatan Tutur telah menerapkan prinsip-prinsip GDFP. Penelitian ini
bertujuan untuk: 1) Mengetahui Penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP)
pada peternak sapi perah organik di Kecamatan Tutur. 2) Korelasi antara
Penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP) dengan pendapatan peternak
sapi perah organik di Kecamatan Tutur. 3) Menyusun Rancangan Penyuluhan
Tentang Good Dairy Farming Practices (GDFP) Pada Peternak Sapi Perah di
Kecamatan Tutur. 4) Melakukan Evaluasi Penyuluhan Tentang Good Dairy
Farming Practices (GDFP) Pada Peternak Sapi Perah di Kecamatan Tutur.
Penelitian ini menggunakan metode survei (observasi dan wawancara).
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling karena seluruh
populasi dijadikan sampel. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data
primer berupa hasil wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang
diperoleh dari berbagai sumber sebagai data pendukung. Penelitian ini dianalisis
dengan cara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui penerapan GDFP peternak
sapi perah di Kecamatan Tutur dan analisis korelasi Rank Spearman untuk
mengetahui hubungan antara penerapan GDFP dengan pendapatan peternak sapi
perah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan GDFP secara
keseluruhan pada peternak sapi perah di Kecamatan Tutur berada pada kategori
sangat baik dengan nilai 100,9. Hasil analisis korelasi Rank Spearman
menunjukkan bahwa penerapan GDFP memiliki hubungan dengan kekuatan
sedang dengan pendapatan peternak pada aspek kesehatan hewan dan
kesejahteraan hewan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan
GDFP maka akan semakin tinggi pendapatan peternak. Rancangan penyuluhan
dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi peternak sapi perah untuk
menerapkan GDFP. Sasaran penyuluhan adalah peternak sapi perah yang belum
menerapkan GDFP dengan jumlah sasaran 12 orang. Materi penyuluhan yang
disampaikan adalah Penerapan Good Dairy Farming Practices menggunakan
metode ceramah dan diskusi dengan bantuan media folder. Hasil evaluasi
penyuluhan menunjukkan peningkatan motivasi peternak sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Sebelum penyuluhan, total nilai motivasi peternak
adalah 24,8 dan sesudah penyuluhan nilainya menjadi 51. Hal tersebut
menunjukan bahwa peningkatan sebanyak 26,2. |
en_US |