<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Tugas Akhir</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2</link>
<description>Kumpulan Tugas Akhir Mahasiswa</description>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 09:51:17 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-06T09:51:17Z</dc:date>
<item>
<title>PENYULUHAN PEMBUATAN DODOL SALAK PONDOH (Salacca Edulis Reinw) DI KELOMPOK WANITA TANI ANGGREK DESA WIROTAMAN KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2103</link>
<description>PENYULUHAN PEMBUATAN DODOL SALAK PONDOH (Salacca Edulis Reinw) DI KELOMPOK WANITA TANI ANGGREK DESA WIROTAMAN KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG
Ananda, Rizka
Secara administratif, Desa Wirotaman memiliki luas wilayah lahan kering&#13;
mencapai 690.90 Ha dan tanah sawah mencapai 2.00 Ha dibandingkan luas&#13;
pekarangan 44.60 Ha. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar lahan&#13;
didominasi oleh bidang pertanian. Desa Wirotaman adalah salah satu Desa di&#13;
Ampelgading yang di kenal sebagai salah satu central penghasil salak dengan&#13;
produktifitas tanaman salak yang dipanen yaitu 4 ton/Ha dalam 2 kali panen.&#13;
Produktifitas yang tinggi 4ton/Ha menjadi masalah, salah satunya yaitu harga jual&#13;
salak yang mengalami penurunan pada saat musim panen serentak. Pada saat&#13;
panen raya harga jual salak 1 kg berkisar Rp. 1000,00 sampai Rp. 1.500.00, buah&#13;
salak yang tidak di kelola dengan baik akan mengalami kerusakan baik secara&#13;
mekanis, fisiologis, kimiawi maupun mikrobiologis. Hal ini di sebabkan karena&#13;
salak memiliki kadar air sebesar 78% dan karbohidrat sebesar 20,9% (Priyanti et&#13;
al., 2017). Faktanya masyarakat Desa Wirotaman belum memanfaatkan buah&#13;
salak sebagai olahan dodol, karena kurangnya inovasi sampai sekarang salak&#13;
hanya di jual dalam bentuk segar. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani&#13;
pemanfaatan buah salak kurang optimal sedangkan salak memiliki daya simpan&#13;
yang relatif rendah sehingga mudah busuk. Hal ini terjadi karena buah salak&#13;
memiliki laju respirasi yang tinggi dan produksi etilen yang terus berlangsung&#13;
selama pemanenan jika di simpan terlalu lama, sehingga muncul inovasi&#13;
diverifikasi olahan salak menjadi dodol. Metode Peìneìlitian eìkspeìrimeìntal&#13;
meìngadakan peìrcobaan atau eìkspeìrimeìn, untuk meìlakukan teìs hipoteìsis. Suatu&#13;
eìkspeìrimeìn seìlalu dilakukan dalam kondisi di mana satu atau beìbeìrapa&#13;
variabeìlnya dapat dikontrol. Kontrol dalam peìneìlitian meìmpunyai dua arti. Kita&#13;
dapat meìneìntukan, meìnurut tujuan peìneìlitian faktor mana yang ingin kita kontrol,&#13;
jadi yang beìrsifat teìtap atau konstan. Peìneìlitian eìkspeìrimeìn adalah meìtodeì ilmiah&#13;
yang digunakan untuk meìnguji hipoteìsis atau meìncari tahu hubungan seìbab akibat&#13;
antara variabeìl. Dalam konteìks peìmbuatan dodol salak pondoh, peìneìlitian&#13;
eìkspeìrimeìn dapat digunakan untuk beìrbagai tujuan, antara lain optimasi formula,&#13;
pengembangan produk baru, pengendalian kualitas. Reìseìp dodol salak deìngan&#13;
peìnggunaan 1 kilogram salak seìgar leìbih disukai oleìh paneìlis pada aspeìk aroma,&#13;
rasa, dan teìkstur dibandingkan reìseìp P1, meìskipun pada aspeìk warna paneìlis&#13;
leìbih meìnyukai P1. Oleìh kareìna itu, reìseìp P2 diteìtapkan seìbagai reìseìp teìrbaik.&#13;
Modifikasi peìngolahan beìrupa peìmasakan salak hingga keìcoklatan dan peìngurangan kadar air dilakukan untuk meìningkatkan kualitas warna dan teìkstur&#13;
dodol, seìhingga meìnghasilkan produk deìngan karakteìristik seìnsorik yang leìbih&#13;
baik seìcara keìseìluruhan
</description>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2103</guid>
<dc:date>2025-10-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KONVENSIONAL DIBANDINGKAN METODE PENYULUHAN DIGITAL DALAM PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PASURUAN</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2102</link>
<description>STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KONVENSIONAL DIBANDINGKAN METODE PENYULUHAN DIGITAL DALAM PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PASURUAN
Ardi, Muhammad Bayu
Penyuluhan pertanian yang selama ini dilakukan secara konvensional&#13;
kerap terkendala jarak, waktu, dan biaya, sehingga penyampaian informasi&#13;
kepada seluruh petani belum optimal. Perkembangan teknologi informasi&#13;
membuka peluang penerapan metode penyuluhan digital yang mampu&#13;
menjangkau sasaran lebih luas dengan waktu dan sumber daya yang lebih efisien.&#13;
Namun, kajian komprehensif yang membandingkan efektivitas kedua metode&#13;
tersebut, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan, produktivitas, dan&#13;
kepuasan petani, masih terbatas.&#13;
Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode penyuluhan&#13;
konvensional dan digital dalam program penyuluhan pertanian di Kabupaten&#13;
Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan&#13;
pengumpulan data melalui kuesioner kepada penyuluh pertanian. Populasi&#13;
penelitian mencakup seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Pasuruan, dengan&#13;
penentuan sampel menggunakan teknik cluster sampling berdasarkan topografi,&#13;
sehingga diperoleh 55 responden dari 12 Balai Penyuluhan Pertanian. Indikator&#13;
penelitian meliputi: (1) tingkat pengetahuan petani, (2) penerapan praktik&#13;
pertanian, (3) produktivitas pertanian, dan (4) kepuasan petani terhadap metode&#13;
penyuluhan. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test.&#13;
Hasil uji statistik menunjukkan nilai p &lt; 0,05 pada seluruh indikator, yang berarti&#13;
terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Pada desain penyuluhan&#13;
digital, hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 30%, keterampilan&#13;
82%, dan sikap 80%. Pemanfaatan fitur Komunitas pada aplikasi WhatsApp&#13;
mempermudah distribusi materi, diskusi interaktif, serta kolaborasi antarpenyuluh,&#13;
meskipun masih terkendala kualitas jaringan internet dan perbedaan tingkat literasi&#13;
digital. Secara keseluruhan, metode penyuluhan digital terbukti lebih efektif&#13;
dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kapasitas petani, dan&#13;
memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai media penyuluhan berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2102</guid>
<dc:date>2025-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EVALUASI PENERAPAN SISTEM JAMINAN HALAL PRODUK DAGING AYAM DI RUMAH POTONG AYAM’</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2096</link>
<description>EVALUASI PENERAPAN SISTEM JAMINAN HALAL PRODUK DAGING AYAM DI RUMAH POTONG AYAM’
Firdauzi, Asya Nadia
Kehalalan produk pangan menjadi aspek penting dalam menjamian mutu dan keamanan pangan ‘khususnya di Indonesia dengan mayoritas’ penduduk beragama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses ‘penyembelihan di Rumah Potong Ayam’ (RPA) tradisional Pasar Tradisional Singosari, serta menganalisis sikap pedagang dan konsumen terhadap aspek kehalalan dan keamanan daging ayam’. Penelitian ini menggunkan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara, serta pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner menggunakan kuesioner skala Likert kepada 30 pedagang dan 30 konsumen.  Hasil observasi menunjukkan bahwa secara teknis, proses penyembelian di RPA telah sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan SNI 99002:2016, namun belum terpenuhi beberapa aspek sumber daya manusia seperti tidak adannya sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA) menjadi kelemahan utama. Selain itu, hanya 3 aspek dari 11 ‘Sistem Jaminan Halal yang diterapkan’ di RPA tersebut. Hasil kuesioner menunjukkan pedagang memiliki sikap sangat positif terhadap kehalalan dan keamanan pangan dengan nilai rata-rata 24,3, sementara konsumen menunjukkan sikap netral dengan nilai rata-rata 22. Rendangnya pengetahuan dan akses informasi menjadi faktor utama sikap netral konsumen. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya peningkatan kompetensi penyembelih serta edukasi berkelanjutan kepada konsumen agar jaminan kehalalan dan keamanan daging ayam dapat terwujud secara menyeluruh
</description>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2096</guid>
<dc:date>2025-10-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>APLIKASI PAKAN TOTAL MIXED RATION (TMR) BERBASIS BAHAN PAKAN LOKAL PADA DOMBA CROSS AWASSI FASE LAKTASI (STUDI KASUS DI PETERNAKAN UD. KAMBING BURJA LAWANG)</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2095</link>
<description>APLIKASI PAKAN TOTAL MIXED RATION (TMR) BERBASIS BAHAN PAKAN LOKAL PADA DOMBA CROSS AWASSI FASE LAKTASI (STUDI KASUS DI PETERNAKAN UD. KAMBING BURJA LAWANG)
Abidah, Arjuna Ahmad Zakaria
Domba Awassi merupakan ternak yang berasal dari negara beriklim subtropis,&#13;
apabila diusahakan di Indonesia maka harus dikembangkan pakan yang sesuai&#13;
dengan kondisi iklim tropis. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi&#13;
hijauan pakan lokal melimpah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan secara&#13;
efisien oleh ternak. Tetapi fakta di lapangan bahwa peternak lebih banyak&#13;
menggunakan rumput lapangan atau rumput liar untuk digunakan sebagai pakan&#13;
ternak. Tujuan peneIitian ini yaitu untuk mendapatkan hasil aplikasi pakan TotaI&#13;
Mixed Ration (TMR) pakan lokal pada domba cross awassi serta mendapatkan&#13;
bahan pertimbangan bussines plan berdasarkan rekomendasi penelitian. Metode&#13;
penelitian yang digunakan ialah filed research dengan metode pengumpulan data&#13;
observasi pada kualitas fisik dan kimia TMR serta performa domba Cross Awassi&#13;
yang mencakup DMI, PBBH, produksi susu, FCR, dan IOFC. Hasil penelitian&#13;
menyatakan bahwa TMR memiliki kualitas fisik dan kandungan nutrien yang cukup&#13;
baik, meskipun parameter protein kasar masih di bawah standar NRC 2007.&#13;
Sedangkan performa domba Cross Awassi mendapatkan PBBH 111,2 g/ekor/hari.&#13;
Konsumsi bahan kering rata-rata mencapai 1,83 kg/ekor/hari, dengan FCR bobot&#13;
badan menunjukkan angka 15,6 dan FCR susu sebesar 1,43. Produksi susu&#13;
mencapai 1,28 kg/ekor/hari, dengan kandungan protein 3,97%, lemak 6,59%,&#13;
laktosa 5,96%, dan SNF 10,84%.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2095</guid>
<dc:date>2025-10-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
