<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1958">
<title>TA 2025</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1958</link>
<description>Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2103"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2102"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2028"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2027"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-06T06:18:48Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2103">
<title>PENYULUHAN PEMBUATAN DODOL SALAK PONDOH (Salacca Edulis Reinw) DI KELOMPOK WANITA TANI ANGGREK DESA WIROTAMAN KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2103</link>
<description>PENYULUHAN PEMBUATAN DODOL SALAK PONDOH (Salacca Edulis Reinw) DI KELOMPOK WANITA TANI ANGGREK DESA WIROTAMAN KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG
Ananda, Rizka
Secara administratif, Desa Wirotaman memiliki luas wilayah lahan kering&#13;
mencapai 690.90 Ha dan tanah sawah mencapai 2.00 Ha dibandingkan luas&#13;
pekarangan 44.60 Ha. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar lahan&#13;
didominasi oleh bidang pertanian. Desa Wirotaman adalah salah satu Desa di&#13;
Ampelgading yang di kenal sebagai salah satu central penghasil salak dengan&#13;
produktifitas tanaman salak yang dipanen yaitu 4 ton/Ha dalam 2 kali panen.&#13;
Produktifitas yang tinggi 4ton/Ha menjadi masalah, salah satunya yaitu harga jual&#13;
salak yang mengalami penurunan pada saat musim panen serentak. Pada saat&#13;
panen raya harga jual salak 1 kg berkisar Rp. 1000,00 sampai Rp. 1.500.00, buah&#13;
salak yang tidak di kelola dengan baik akan mengalami kerusakan baik secara&#13;
mekanis, fisiologis, kimiawi maupun mikrobiologis. Hal ini di sebabkan karena&#13;
salak memiliki kadar air sebesar 78% dan karbohidrat sebesar 20,9% (Priyanti et&#13;
al., 2017). Faktanya masyarakat Desa Wirotaman belum memanfaatkan buah&#13;
salak sebagai olahan dodol, karena kurangnya inovasi sampai sekarang salak&#13;
hanya di jual dalam bentuk segar. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani&#13;
pemanfaatan buah salak kurang optimal sedangkan salak memiliki daya simpan&#13;
yang relatif rendah sehingga mudah busuk. Hal ini terjadi karena buah salak&#13;
memiliki laju respirasi yang tinggi dan produksi etilen yang terus berlangsung&#13;
selama pemanenan jika di simpan terlalu lama, sehingga muncul inovasi&#13;
diverifikasi olahan salak menjadi dodol. Metode Peìneìlitian eìkspeìrimeìntal&#13;
meìngadakan peìrcobaan atau eìkspeìrimeìn, untuk meìlakukan teìs hipoteìsis. Suatu&#13;
eìkspeìrimeìn seìlalu dilakukan dalam kondisi di mana satu atau beìbeìrapa&#13;
variabeìlnya dapat dikontrol. Kontrol dalam peìneìlitian meìmpunyai dua arti. Kita&#13;
dapat meìneìntukan, meìnurut tujuan peìneìlitian faktor mana yang ingin kita kontrol,&#13;
jadi yang beìrsifat teìtap atau konstan. Peìneìlitian eìkspeìrimeìn adalah meìtodeì ilmiah&#13;
yang digunakan untuk meìnguji hipoteìsis atau meìncari tahu hubungan seìbab akibat&#13;
antara variabeìl. Dalam konteìks peìmbuatan dodol salak pondoh, peìneìlitian&#13;
eìkspeìrimeìn dapat digunakan untuk beìrbagai tujuan, antara lain optimasi formula,&#13;
pengembangan produk baru, pengendalian kualitas. Reìseìp dodol salak deìngan&#13;
peìnggunaan 1 kilogram salak seìgar leìbih disukai oleìh paneìlis pada aspeìk aroma,&#13;
rasa, dan teìkstur dibandingkan reìseìp P1, meìskipun pada aspeìk warna paneìlis&#13;
leìbih meìnyukai P1. Oleìh kareìna itu, reìseìp P2 diteìtapkan seìbagai reìseìp teìrbaik.&#13;
Modifikasi peìngolahan beìrupa peìmasakan salak hingga keìcoklatan dan peìngurangan kadar air dilakukan untuk meìningkatkan kualitas warna dan teìkstur&#13;
dodol, seìhingga meìnghasilkan produk deìngan karakteìristik seìnsorik yang leìbih&#13;
baik seìcara keìseìluruhan
</description>
<dc:date>2025-10-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2102">
<title>STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KONVENSIONAL DIBANDINGKAN METODE PENYULUHAN DIGITAL DALAM PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PASURUAN</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2102</link>
<description>STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KONVENSIONAL DIBANDINGKAN METODE PENYULUHAN DIGITAL DALAM PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN PASURUAN
Ardi, Muhammad Bayu
Penyuluhan pertanian yang selama ini dilakukan secara konvensional&#13;
kerap terkendala jarak, waktu, dan biaya, sehingga penyampaian informasi&#13;
kepada seluruh petani belum optimal. Perkembangan teknologi informasi&#13;
membuka peluang penerapan metode penyuluhan digital yang mampu&#13;
menjangkau sasaran lebih luas dengan waktu dan sumber daya yang lebih efisien.&#13;
Namun, kajian komprehensif yang membandingkan efektivitas kedua metode&#13;
tersebut, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan, produktivitas, dan&#13;
kepuasan petani, masih terbatas.&#13;
Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode penyuluhan&#13;
konvensional dan digital dalam program penyuluhan pertanian di Kabupaten&#13;
Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan&#13;
pengumpulan data melalui kuesioner kepada penyuluh pertanian. Populasi&#13;
penelitian mencakup seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Pasuruan, dengan&#13;
penentuan sampel menggunakan teknik cluster sampling berdasarkan topografi,&#13;
sehingga diperoleh 55 responden dari 12 Balai Penyuluhan Pertanian. Indikator&#13;
penelitian meliputi: (1) tingkat pengetahuan petani, (2) penerapan praktik&#13;
pertanian, (3) produktivitas pertanian, dan (4) kepuasan petani terhadap metode&#13;
penyuluhan. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test.&#13;
Hasil uji statistik menunjukkan nilai p &lt; 0,05 pada seluruh indikator, yang berarti&#13;
terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Pada desain penyuluhan&#13;
digital, hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 30%, keterampilan&#13;
82%, dan sikap 80%. Pemanfaatan fitur Komunitas pada aplikasi WhatsApp&#13;
mempermudah distribusi materi, diskusi interaktif, serta kolaborasi antarpenyuluh,&#13;
meskipun masih terkendala kualitas jaringan internet dan perbedaan tingkat literasi&#13;
digital. Secara keseluruhan, metode penyuluhan digital terbukti lebih efektif&#13;
dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kapasitas petani, dan&#13;
memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai media penyuluhan berkelanjutan.
</description>
<dc:date>2025-10-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2028">
<title>PERSEPSI PETANI TENTANG PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VIRUS GEMINI PADA TANAMAN CABAI DI DESA MULYOASRI</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2028</link>
<description>PERSEPSI PETANI TENTANG PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN VIRUS GEMINI PADA TANAMAN CABAI DI DESA MULYOASRI
Maratun, Maratun
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui hasil identifikasi&#13;
potensi wilayah di Desa Mulyoasri, (2) Mengetahui tingkat persepsi petani tentang&#13;
penggunaan pestisida nabati, (3) Menyusun rancangan penyuluhan untuk&#13;
pencegaha virus gemini, (4) Mengetahui hasil evaluasi peningkatan pengetahuan&#13;
dalam pembuatan pestisida nabati.&#13;
Penelitian dilakukan di Desa Mulyoasri Kecamatan Ampelgading, Kabupaten&#13;
Malang. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi dalam&#13;
penelitian ini adalah kelompok tani Maju Bersama, dan untuk sampelna ditentukan&#13;
menggunakan rumus slovin mendapatkan 53 orang. Analisis data yang digunakan&#13;
pada kajian yaitu analisis statistik deskriptif, dan analisis evaluasi penyuluhan&#13;
menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji wilcoxon.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan&#13;
pestisida nabati berada pada kategori sedang, diliiihat dari aspek kemudahan,&#13;
manfaat, dan resiko. Hal ini mengindikasikan bahwa petani sudah tau akan&#13;
manfaat, kemudahan, dan resiko penggunaan pestisida nabati, namun mereka&#13;
masih ragu untuk menggunakannya karena kurangnya informasi dan pengalaman&#13;
langsung mereka pada pembuatan maupun penggunaan pestisida nabati sebagai&#13;
upaya pencegahan virus gemini pada tanaman cabai. Rancangan penyuluhan&#13;
ditentukan berdasarkan hasil kajian yaitu meningkatkan pengetahuan petani&#13;
dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi cara, dan praktek langsung&#13;
menggunakan media benda sesungguhnya dan folder. Hasil evaluasi&#13;
menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan petani dari hasil pre-test berada&#13;
pada kategori sedang sebanyak 11 orang (48%) dan meningkat pada post-test&#13;
kategori tinggi sebanyak 18 orang (78%) tentang pengenalan dan pembuatan&#13;
pestisida nabati dari daun paitan.
</description>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2027">
<title>RANCANGAN PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK&#13;
ORGANIK CAIR DARI LIMBAH BUAH MANGGA DI DESA&#13;
KARANGJATI ANYAR KEC. WONOREJO KAB. PASURUAN</title>
<link>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2027</link>
<description>RANCANGAN PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK&#13;
ORGANIK CAIR DARI LIMBAH BUAH MANGGA DI DESA&#13;
KARANGJATI ANYAR KEC. WONOREJO KAB. PASURUAN
Fadila, Cahaya Putri
Desa Karangjati Anyar merupakan desa yang terletak di Kecamatan Wonorejo&#13;
Kabupaten Pasurua yang memiliki potensi limbah buah mangga yang tinggi. Pada&#13;
data BPS, tahun 2023 Kecamatan wonorejo memiliki jumlah populasi tanaman&#13;
mangga yaitu 211 pohon dan jumlah produksi mencapai 1.091 ton, namun belum&#13;
dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi potensi wilayah terkait bahan baku POC dari&#13;
limbah mangga; (2) mengetahui tingkat minat petani dalam pembuatan POC; (3)&#13;
menyusun rancangan penyuluhan pembuatan POC; serta (4) mengevaluasi&#13;
peningkatan pengetahuan petani setelah penyuluhan. Metode penelitian&#13;
menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik survei, wawancara, observasi,&#13;
dan kuisioner. Populasi yang digunakan adalah seluruh anggota Poktan Gemah&#13;
Ripah sebanyak 138 petani. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan&#13;
rumus Slovin, diperoleh 58 petani. Hasil penelitian menunjukkan potensi limbah&#13;
mangga mencapai 633-844 buah per musim panen. Tingkat minat petani berada&#13;
pada kategori “sedang” hingga “tinggi” dengan indikator perasaan senang,&#13;
ketertarikan, dan keterlibatan. Rancangan penyuluhan mencakup tujuan, Materi,&#13;
metode, media dan evaluasi sesuai kebutuhan sasaran. Evaluasi pre-test dan&#13;
post-test Menunjukkan peningkatan pengetahuan petani, yang berdampak positif&#13;
pada kesadaran pemanfaatan Limbah organik. Kesimpulannya, penyuluhan efektif&#13;
meningkatkan pengetahuan dan mendorong Pemanfaatan limbah mangga&#13;
menjadi POC, sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan pada Pupuk kimia&#13;
dan meningkatkan keberlanjutan pertanian.
</description>
<dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
