<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Jurnal</title>
<link href="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/30" rel="alternate"/>
<subtitle>Berisi kumpulan jurnal karya ilmiah mahasiswa dan dosen</subtitle>
<id>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/30</id>
<updated>2026-04-06T00:09:57Z</updated>
<dc:date>2026-04-06T00:09:57Z</dc:date>
<entry>
<title>Karakteristik Ekstrak Kasar Polisakarida Larut Air Dari Umbi Talas Kimpul (Xanthosoma sagittifolium)</title>
<link href="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1951" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yastutik</name>
</author>
<id>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1951</id>
<updated>2025-06-12T09:53:24Z</updated>
<published>2017-07-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Karakteristik Ekstrak Kasar Polisakarida Larut Air Dari Umbi Talas Kimpul (Xanthosoma sagittifolium)
Yastutik
Polisakarida Larut Air (PLA) sering disebut sebagai serat pangan larut air yang bersifat hidrokoloid.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia dan fungsional polisakarida larut air umbi talas.  Ekstraksi PLA dilakukan dengan 3 cara yaitu ekstraksi dengan air (aqueos), ekstraksi dengan cara fermentasi menggunakan ragi tempe dan ekstraksi dengan enzim papain.  PLA yang dihasilkan di uji karakteristik kimia dan fungsional meliputi rendemen, kadar air, kadar serat kasar, kadar pati, kadar glukosa, gula pereduksi, total gula, daya larut, viskositas (cP), dextrose equivalen, dan derajat polimerisasi. &#13;
Hasil penelitian menunjukan ekstraksi PLA dengan ragi tempe menghasilkan PLA dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan ekstraksi dengan air dan ekstraksi dengan enzim papain, yang dapat dilihat dari kadar pati yang lebih rendah serta daya larut yang lebih tinggi dibandingkan kedua metode ekstraksi lainnya. PLA yang dihasilkan dengan fermentasi dengan penambahan ragi tempe memiliki karakteristik sebagai berikut: rendemen 12,3533%, kadar air 2,8633%, kadar protein 3,3033%, kadar gula reduksi 0,0837%, kadar glukosa 0,0541%, total gula 1,7711%, daya larut 82,5200, Viscositas (cP) 0,9667, dextrose equivalen 4,7374 dan derajat polimerisasi 21,1578
</summary>
<dc:date>2017-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI HIBRIDA TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIDAH BUAYA DAN PUPUK ANORGANIK P</title>
<link href="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1950" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wandansari, Niken Rani</name>
</author>
<id>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1950</id>
<updated>2024-11-03T01:19:48Z</updated>
<published>2024-08-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI HIBRIDA TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIDAH BUAYA DAN PUPUK ANORGANIK P
Wandansari, Niken Rani
This research aimed to observe the growth and production response of the Inpari 32 hybrid rice variety to the application of aloe vera liquid organic fertilizer and inorganic P fertilizer compared to the absence of the combination of these two fertilizers. The research method used was comparative, comparing rice field plots treated with a combination of inorganic P fertilizer (Phonsgreen) at a dose of 150 kg/ha and aloe vera liquid organic fertilizer (P1) at a dose of 6 liters/ha with rice field plots without the combination of the two fertilizers (P0). Parameters observed included plant height, number of tillers, number of productive tillers, panicle length, number of grains per panicle, grain weight per clump, and weight of 1000 grains. The results showed that aloe vera liquid organic fertilizer and inorganic P fertilizer could increase milled dry grain production by up to 29.9%.
</summary>
<dc:date>2024-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENINGKATAN MUTU BERAS GILING MENGGUNAKAN ZEOLIT PADA BERBAGAI KETEBALAN LAPISAN PENGERINGAN GABAH</title>
<link href="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1949" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wandansari, Niken Rani</name>
</author>
<id>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1949</id>
<updated>2024-11-03T01:07:09Z</updated>
<published>2022-04-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENINGKATAN MUTU BERAS GILING MENGGUNAKAN ZEOLIT PADA BERBAGAI KETEBALAN LAPISAN PENGERINGAN GABAH
Wandansari, Niken Rani
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gabah yang dihasilkan pada berbagai kombinasi ketebalan tumpukan gabah dan penambahan jumlah zeolit pada proses pengeringan, serta kualitas beras giling yang dihasilkan berdasarkan persentase kadar air, butir beras kepala dan butir beras patah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental menggunakan box dryer, sedangkan design penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga kali ulangan pada setiap kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tipis lapisan gabah, maka proses pengeringan menjadi lebih cepat. Demikian pula dengan semakin banyak zeolit yang ditambahkan, maka proses pengeringan membutuhkan waktu yang lebih singkat. Perlakuan lapisan gabah 30 cm dan komposisi zeolit 10% mampu memberikan waktu pengeringan tercepat, yaitu sembilan jam dengan rerata kadar air gabah 13,5%. Ketebalan lapisan gabah dan penambahan zeolit secara signifikan mempengaruhi kualitas fisik beras giling, meliputi persentase kadar air, butir beras kepala, beras patah, beras menir dan butir gabah. Perlakuan ketebalan lapisan gabah 30 cm dengan persentase komposisi zeolit 10% memberikan nilai persentase butir beras kepala tertinggi, yaitu 92,5% dan butir beras patah terendah, yaitu 4,1%. Sebagian besar perlakuan menghasilkan beras dengan kualitas komersial dengan mutu menengah.
</summary>
<dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>POTENSI PEMANFAATAN LAHAN RAWA UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI WILAYAH PERBATASAN</title>
<link href="https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1948" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wandansari, Niken Rani</name>
</author>
<id>https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/1948</id>
<updated>2024-11-03T00:59:17Z</updated>
<published>2019-07-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">POTENSI PEMANFAATAN LAHAN RAWA UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI WILAYAH PERBATASAN
Wandansari, Niken Rani
Pemanfaatan lahan rawa di Indonesia memiliki peranan penting dan strategis bagi pengembangan pertanian terutama mendukung ketahanan pangan Nasional. Hal ini disebabkan oleh luas lahan rawa yang berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian khususnya tanaman padi masih tersedia cukup luas. Lahan rawa merupakan salah satu lahan suboptimal yang memiliki kendala secara alami kesuburan tanahnya tergolong rendah. Oleh karena itu penting dilakukan pengkajian untuk mengetahui potensi pemanfaatan lahan rawa di Kab. Lingga, Kepulauan Riau untuk digunakan sebagai lahan pertanian padi sawah. Kajian ini merupakan action research menggunakan lahan seluas tiga hektar sebagai demplot pertanaman padi yang terletak di tiga kecamatan utama di Pulau Lingga. Berdasarkan hasil kajian, diketahui bahwa: (1) kendala utama pengembangan lahan rawa lebak adalah genangan maupun kekeringan yang belum dapat diprediksi dan reaksi tanah yang bersifat sangat masam-masam, serta status hara yang tergolong rendah-sedang dan (2) hasil panen menggunakan varietas INPARA 5 masih tergolong rendah, sekitar 0.5 – 2.5 ton/ha. Produksi padi pada lahan rawa lebak masih berpeluang untuk dikembangkan dan ditingkatkan dengan melalui penerapan teknologi spesifik lokasi, terutama inovasi pengelolaan air, hara dan tanaman secara terpadu, serta dilakukan pembentukan kelembagaan petani.
</summary>
<dc:date>2019-07-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
